Guys, aku mau update TikTok, tapi mohon maaf kalau bahasa saya hari ini agak acak-acakan, campur aduk, tidak jelas seperti telur gulung yang digulung terlalu semangat sampai tusukannya ikut bingung. Jadi begini ya bestie, hidup itu kadang memang harus seperti abang-abang telur gulung depan sekolah: panas, berminyak, rame, tapi tetap harus fokus menggulung walaupun isi kepala sudah seperti minyak yang lupa diganti tiga hari.
Kemarin saya berpikir, kenapa hidup kok makin ke sini makin banyak drama? Bangun tidur belum cuci muka, sudah ada notif. Buka TikTok, orang lain healing. Buka Instagram, orang lain nikah. Buka WhatsApp, orang lain “lagi di mana?” Padahal saya sendiri di rumah, duduk, bengong, makan kerupuk, sambil mempertanyakan masa depan. Ya Allah, masa depan ini mau digulung atau dicelup saus?
Terus saya sadar, ternyata hidup tidak harus selalu rapi. Bahasa juga tidak harus selalu baku. Kadang kita perlu ngomong seperti tukang telur gulung: “Minggir dikit, Bang. Sausnya mana? Tusuknya mana? Telurnya mana? Uangnya kurang dua ribu, nanti balik lagi.” Nah, sederhana. Tidak banyak teori, yang penting dagangan jalan.
Saya juga mau update soal TikTok saya. Kalau akhir-akhir ini kontennya random, ya memang hidup saya juga random. Hari ini ngomong motivasi, besok review makanan, lusa tiba-tiba bikin video yang tidak ada hubungannya dengan dua-duanya. Algoritma mungkin bingung, saya juga bingung, tapi yang penting kita tetap upload. Karena kalau nunggu hidup teratur baru bikin konten, bisa-bisa tahun 2047 baru posting lagi.
Jadi buat kalian yang merasa hidupnya sedang tidak jelas, santai saja. Kita semua sedang menggulung sesuatu. Ada yang menggulung telur, ada yang menggulung utang, ada yang menggulung kabel charger, ada juga yang menggulung perasaan kepada seseorang yang bahkan tidak pernah tahu kita suka. Jangan malu. Semua orang punya gulungan masing-masing.
Dan kalau video TikTok saya lewat di FYP kalian, jangan langsung skip, ya. Kasih satu detik. Kalau tidak lucu, tunggu tiga detik. Kalau masih tidak lucu, ya sudah, mungkin humor kita beda server. Jangan marah-marah di komentar, karena saya juga tidak tahu kenapa saya membuat video ini. Saya cuma punya HP, kuota, dan keberanian yang kadang muncul setelah makan gorengan.
Yang penting, jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain. Kita tidak tahu mereka pakai saus apa. Bisa jadi kelihatannya enak, ternyata pedasnya sampai batuk-batuk di belakang gerobak. Fokus saja sama adonan sendiri. Telur dikocok, bumbu masuk, minyak panas, tusuk siap, lalu gulung. Kalau gagal, ya coba lagi. Kalau gosong, bilang saja “smoky flavor”. Kalau bentuknya jelek, namanya rustic. Kalau jatuh, itu bukan gagal, itu konten behind the scene.
Begitulah filosofi saya hari ini yang sebenarnya tidak punya filosofi. Tapi siapa tahu ada yang relate.
Pokoknya update TikTok tetap jalan. Konten tetap random. Bahasa tetap campur aduk. Kadang Indonesia, kadang sedikit English, kadang “lah kok bisa?”, kadang cuma “wkwkwk”. Jangan berharap semuanya masuk akal, karena gematos.id kalau semuanya masuk akal, mungkin bukan TikTok lagi, tapi rapat RT.
Terima kasih buat yang masih nonton, like, komen, share, follow, atau sekadar lewat terus bilang dalam hati, “Orang ini kenapa?” Jawabannya: tidak tahu, Bang.
Kita ketemu lagi di video berikutnya. Semoga rezeki kalian lancar, telur kalian matang, saus kalian cukup, minyak tidak muncrat ke tangan, dan orang yang kalian tunggu tidak cuma online tapi juga sadar kalau kalian ada.
Tetap semangat.
Tetap menggulung.
Kalau hidup belum bisa jadi telur gulung yang sempurna, minimal jangan jadi telur ceplok yang pecah sebelum masuk wajan.
WKWKWK.
#TikTokUpdate #TelurGulung #BahasaAcakAcakan #FYP #RandomContent #AnakTikTok #HidupItuDigulung
